MENUMBUHKAN KEINGINTAHUAN DENGAN MODIFIKASI PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING
Kata Kunci:
Problem Based Learning, Culturally Responsive Teaching, Rasa Ingin TahuAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana upaya dalam membangun rasa ingin tahu siswa melalui modifikasi model Problem Based Learning (PBL) dengan alur MERDEKA berdasarkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). PTK ini menggunakan model Kemmis dan MC Taggart atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi pada setiap siklusnya. Penelitian ini tediri atas prasiklus, siklus 1, dan siklus 2. Teknik pengumpulan data berupa angket, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berdasarkan pendekatan CRT terbukti membangun rasa ingin tahu siswa. Selain itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran berupa bahan bacaan berbasis teknologi dan LKPD sesuai gaya belajar. Hal tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah siswa yang menunjukkan rasa ingin tahu pada setiap siklus serta tercapainya persentase minimal 50% pada setiap indikator. Rata-rata persentase jumlah siswa yang menunjukkan rasa ingin tahu pada tahap prasiklus, siklus 1, dan siklus 2 berturut-turut sebesar 6%, 24%, dan 62%.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Education Transformation: Jurnal Ilmiah Insan Pendidikan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




